Wisata

Batu Pegadung, Rute Menantang Menuju Panorama Tak Terlupakan

×

Batu Pegadung, Rute Menantang Menuju Panorama Tak Terlupakan

Sebarkan artikel ini
BATU PEGADUNG
Batu Pegadung.

KITAINDONESIASATU.COM – Di wilayah Tanggamus, Lampung, terdapat destinasi alam memukau bernama Karang Pegadung, atau yang juga dikenal sebagai Batu Pegadung.

Keindahannya kerap disamakan dengan Pulau Phi Phi di Thailand, bahkan sebagian wisatawan menilai tempat ini lebih menawan.

Meski pesonanya luar biasa, Batu Pegadung masih tergolong tersembunyi dan belum dikelola secara maksimal, sehingga keasrian alamnya tetap terjaga.

Akses menuju lokasi cukup menantang karena infrastruktur belum memadai.
Perjalanan memerlukan kewaspadaan ekstra, namun Anda bisa meminta bantuan warga setempat sebagai pemandu.

Penduduk di sekitar dikenal mahir mengendarai motor dan memahami medan dengan baik.

Ciri khas Batu Pegadung adalah gugusan batu runcing yang menyerupai layar kapal atau gigi hiu, sehingga tempat ini juga dijuluki Batu Layar dan Gigi Hiu.

Untuk mencapai titik terdekat, pengunjung perlu berjalan kaki sekitar 15 menit.

Spot ini sangat digemari fotografer dan pelukis lanskap yang ingin mengabadikan panorama uniknya.

Perjalanan menuju Batu Pegadung sendiri merupakan pengalaman petualangan yang mengesankan.

Jalannya berupa kerikil, batu, pasir, dan sesekali lumpur, dengan rute sepanjang 25 km yang melewati perbukitan naik-turun.

Disarankan datang pada musim kemarau untuk menghindari risiko medan licin di musim hujan.

Sepanjang perjalanan, mata akan dimanjakan oleh pemandangan laut biru, perbukitan hijau, persawahan, dan aliran sungai yang menambah keindahan.

Untuk menuju ke sana, dari Bandar Lampung perjalanan ke Teluk Kiluan memakan waktu sekitar 2–3 jam.

Dari Teluk Kiluan, perjalanan dilanjutkan dengan sepeda motor selama kurang lebih satu jam.

Wisatawan dapat memilih menggunakan jasa agen perjalanan untuk mendapatkan paket wisata yang juga mencakup destinasi menarik di sekitarnya, atau berpetualang sendiri bersama teman-teman pecinta alam dengan sepeda motor.-***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *