KITAINDONESIASATU.COM – Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin menegaskan pentingnya tata kelola kelapa sawit dan pengembangan peternakan sapi yang berkelanjutan sebagai penggerak utama ekonomi daerah. Penegasan itu disampaikannya dalam Forum Group Discussion (FGD) bertema “Kelapa Sawit Berkelanjutan dan Pengembangan Peternakan Sapi Terintegrasi dengan Perkebunan, Tanaman Pangan, Kehutanan, dan Pertambangan (P2SBPTKP)”, yang digelar di Gedung KH Idham Chalid, Banjarbaru, Jumat (8/8/2025).
FGD ini merupakan rangkaian kegiatan menyambut Hari Jadi ke-75 Provinsi Kalimantan Selatan. Kegiatan dihadiri narasumber dari berbagai kementerian dan lembaga nasional, termasuk Kementerian Pertanian, Kementerian Kehutanan, Bappenas, dan BRIN.
“Merupakan kehormatan bagi kami mendapat perhatian dari pusat. Kehadiran bapak-ibu sekalian membawa harapan besar untuk memperkuat sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, dan tambang yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian Kalimantan Selatan,” ujar Gubernur dalam sambutannya.
Gubernur Muhidin menyoroti sejumlah tantangan dalam pengelolaan sawit, seperti peningkatan produktivitas, penggunaan benih unggul, dan persoalan aktivitas perkebunan di kawasan hutan. Ia menyambut baik kehadiran Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan, Ade Tri Ajikusumah, untuk memberi pemahaman lebih dalam soal tata ruang dan status lahan di Kalsel.
“Meski banyak tantangan, kami berkomitmen mewujudkan kelapa sawit yang dikelola secara berkelanjutan. Kami terus berkoordinasi dengan GAPKI Kalsel untuk percepatan Sertifikasi ISPO dan penguatan industri hilir,” ungkapnya.
Dari luas total kebun sawit di Kalsel yang mencapai 504 ribu hektare, sekitar 86 persen dikuasai perusahaan dan sisanya oleh pekebun rakyat. Saat ini terdapat 46 pabrik kelapa sawit dan 3 pabrik minyak goreng yang telah beroperasi sebagai bagian dari hilirisasi industri sawit.

