Sosok

Profil Harun Masiku, Misteri Buronan KPK yang Belum Terpecahkan Sejak 2020

×

Profil Harun Masiku, Misteri Buronan KPK yang Belum Terpecahkan Sejak 2020

Sebarkan artikel ini
Harun Masiku

KITAINDONESIASATU.COM – Hingga hari ini, nama Harun Masiku masih menjadi salah satu yang paling sering disebut dalam daftar buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kasusnya bukan hanya mencuri perhatian publik karena melibatkan dugaan suap dalam proses politik, tetapi juga karena misteri keberadaannya yang tak kunjung terungkap sejak tahun 2020.

Lantas, siapa sebenarnya Harun Masiku? Bagaimana perjalanan hidup dan karier politiknya hingga bisa terjerat kasus besar ini?

Profil Harun Masiku

Harun Masiku lahir pada 21 Maret 1971 di Ujung Pandang (kini Makassar), Sulawesi Selatan. Ia adalah putra dari pasangan Johannes Masiku dan Elisabeth Liling. Masa kecilnya dihabiskan di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, di mana ia menempuh pendidikan SD dan SMP.

Sejak muda, Harun dikenal cerdas dan berprestasi di bidang akademik. Kemampuannya dalam memahami hukum mengantarkannya ke Universitas Hasanuddin, tempat ia meraih gelar Sarjana Hukum pada tahun 1994. Tak berhenti di situ, ia melanjutkan studi S2 di University of Warwick, Inggris, dengan fokus pada Hukum Ekonomi Internasional.

Yang menarik, Harun merupakan penerima beasiswa Chevening—beasiswa bergengsi yang diberikan oleh pemerintah Inggris—dan pernah menjabat sebagai Ketua Persatuan Pelajar Indonesia di Inggris. Dari segi akademis, tak ada yang meragukan kualitasnya.

Karier Harun Masiku

Sebelum menjadi nama besar di media, Harun meniti karier politiknya melalui Partai Demokrat. Ia pernah menjadi bagian dari tim sukses pasangan Susilo Bambang Yudhoyono – Boediono di Sulawesi Tengah pada Pilpres 2009.

Namun, karier politiknya mengalami pergeseran ketika ia memutuskan pindah ke PDI Perjuangan. Pada Pemilihan Legislatif 2019, Harun mencalonkan diri sebagai anggota DPR untuk Daerah Pemilihan Sumatera Selatan I. Sayangnya, ia tidak berhasil meraih kursi melalui jalur pemilihan langsung.

Di sinilah cerita mulai berubah. Harun kemudian disebut-sebut mencoba jalur Pergantian Antar Waktu (PAW) untuk mendapatkan kursi DPR—yang pada akhirnya menjadi pintu masuk bagi kasus besar yang menyeret namanya.

Kasus Suap dan Status Buronan Harun Masiku

Pada Januari 2020, KPK menetapkan Harun Masiku sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terhadap Wahyu Setiawan, yang saat itu menjabat sebagai Komisioner KPU. Tujuannya adalah agar Harun bisa dilantik menjadi anggota DPR lewat mekanisme PAW menggantikan caleg terpilih dari PDI-P yang meninggal dunia.

KPK mengungkap adanya aliran dana suap sebesar Rp 400 juta yang diduga diberikan Harun kepada Wahyu Setiawan melalui perantara.

Namun, sebelum KPK berhasil menahan Harun, ia sudah lebih dulu “menghilang”. Pada 17 Januari 2020, Harun resmi dimasukkan ke Daftar Pencarian Orang (DPO). Sejak itu, keberadaannya menjadi misteri.

Misteri Keberadaan Harun Masiku

Selama lima tahun lebih, keberadaan Harun Masiku menjadi teka-teki. Ada dugaan ia sempat berada di Kamboja atau Malaysia, namun pihak kepolisian juga membuka kemungkinan besar bahwa Harun sebenarnya masih berada di Indonesia.

KPK dan Kepolisian RI sudah melakukan berbagai upaya, termasuk menggandeng Interpol untuk menerbitkan red notice. Paspor Harun bahkan sudah dicabut agar ia tidak bisa bepergian ke luar negeri secara legal. Meski demikian, semua langkah tersebut belum membuahkan hasil.

Kasus ini memunculkan banyak teori dan spekulasi di masyarakat, mulai dari dugaan adanya pihak yang melindunginya hingga kemungkinan ia menggunakan identitas baru.

Dampak Kasus Harun Masiku

Kasus Harun Masiku tidak hanya menjadi ujian bagi KPK, tetapi juga menimbulkan perdebatan publik soal efektivitas penegakan hukum di Indonesia. Banyak pihak menilai bahwa sulitnya menangkap Harun menunjukkan adanya kelemahan koordinasi antar lembaga penegak hukum atau bahkan intervensi dari pihak-pihak tertentu.

Selain itu, kasus ini juga menjadi contoh nyata bagaimana praktik money politics dan korupsi politik masih merajalela, bahkan di era keterbukaan informasi saat ini.

Upaya Terbaru KPK

Meski sudah bertahun-tahun, KPK menegaskan pencarian Harun Masiku belum dihentikan. Lembaga antirasuah itu menyatakan masih mengumpulkan informasi dari berbagai sumber, termasuk intelijen, untuk melacak keberadaan Harun.

KPK juga mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait keberadaan Harun agar segera melapor. Pihak berwenang berjanji akan memberikan perlindungan bagi saksi yang membantu proses penangkapan.

Fakta Menarik Tentang Harun Masiku

Berikut beberapa fakta menarik dan jarang diketahui publik tentang Harun Masiku:

  • Latar Belakang Pendidikan Kuat – Harun adalah alumni universitas bergengsi dalam dan luar negeri.
  • Aktif di Organisasi Pelajar Internasional – Pernah menjadi Ketua PPI Inggris.
  • Pernah di Dua Partai Besar – Mengawali karier di Partai Demokrat lalu pindah ke PDI-P.
  • Menghilang Sebelum Ditangkap – Ia hilang hanya beberapa hari setelah kasusnya terungkap.
  • Spekulasi Keberadaan – Diduga berada di luar negeri, namun bukti pastinya belum ditemukan.

Harun Masiku adalah contoh nyata bagaimana seseorang dengan latar belakang pendidikan tinggi dan karier politik menjanjikan bisa terjerumus dalam pusaran korupsi. Kasusnya menjadi pelajaran penting bahwa integritas adalah kunci dalam dunia politik.

Misteri keberadaannya masih menjadi PR besar bagi KPK dan aparat penegak hukum. Publik tentu berharap suatu hari nanti Harun Masiku bisa ditemukan dan diadili, agar kasus ini tidak menjadi preseden buruk bagi pemberantasan korupsi di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *