KITAINDONESIASATU.COM– Sorotan mata pengunjung Pasar Malam Indonesia (PMI) 2025 di Taman Budaya Embung Giwangan, Yogyakarta, tak lepas dari kemegahan corak dan motif lokal yang terpampang anggun dalam koleksi tas dan batik khas Kota Bogor. Produk tersebut merupakan bagian dari partisipasi Kota Bogor dalam ajang tahunan Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) yang digelar pada 5–9 Agustus 2025.
Dengan memadukan nilai budaya, keberlanjutan, dan inovasi, stan Kota Bogor menjadi salah satu magnet dalam perhelatan budaya yang diikuti oleh berbagai kota anggota JKPI dari seluruh Indonesia.
Salah satu yang menjadi sorotan utama adalah koleksi dari Yantie Rachim Signature, sebuah lini produk unggulan karya Ketua Dekranasda Kota Bogor, Yantie Rachim, yang menghadirkan tas dan batik bernuansa lokal khas Bogor. Koleksi ini tampil mencolok di antara ratusan produk UMKM lainnya yang meramaikan arena PMI.
“PMI menjadi ruang ekspresi sekaligus etalase bagi kekayaan lokal Kota Bogor. Melalui keikutsertaan ini, kami ingin menunjukkan bahwa produk lokal Bogor, termasuk Yantie Rachim Signature yang mengusung tas dan batik dengan sentuhan lokal modern, mampu bersaing secara nasional bahkan internasional,” ujar Yantie Rachim, Kamis 7 Agustus 2025.
Menurutnya, ajang seperti PMI memberikan peluang besar bagi pelaku UMKM Kota Bogor untuk naik kelas dan memperluas jaringan pasar. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pelaku usaha lokal dan pemerintah daerah dalam menciptakan ekosistem kreatif yang berkelanjutan.
“Kolaborasi antara pelaku UMKM dan pemerintah daerah harus terus diperkuat untuk memperluas pasar dan meningkatkan kualitas produk kreatif di Kota Bogor,” tegas Yantie.
Selain produk dari Yantie Rachim Signature, stan Kota Bogor turut menghadirkan beragam kekayaan lokal lainnya, mulai dari kuliner, minuman khas, hingga kerajinan tangan yang mencerminkan karakter masyarakatnya. Produk-produk seperti Lapis Talas, Kopi Liong, Kopi Cap Oplet, Es dan Bibit Kelapa Kopyor, Totopong, Batik Organik, Batik Pancawati, Batik D-Nita, olahan pala, sambal cihuy, ranginang, serta berbagai tas batik lokal, menjadi bukti nyata keberagaman dan potensi Kota Bogor di sektor ekonomi kreatif.
PMI, yang menjadi bagian integral dari rangkaian kegiatan JKPI 2025, dirancang sebagai ajang promosi budaya antar kota yang tergabung dalam jaringan kota pusaka. Kota Bogor memanfaatkan momentum ini bukan hanya untuk memperkenalkan produk lokal, namun juga untuk memperkuat jejaring antar daerah, membangun kolaborasi lintas sektor, dan mempertegas identitasnya sebagai kota yang kaya akan warisan budaya sekaligus inovatif.




