KITAINDONESIASATU.COM – Kecelakaan mengerikan terjadi di ruas Jalan Raya Pelem, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, Senin (4/8/2025) pagi pukul 06:45 WIB.
Kecelakaan tragis ini melibatkan tiga sepeda motor Honda Scoopy bernopol AG 6296 RDO, Honda Vario AG 5863 CK dan Honda Stylo AG 4797 RGE dikendarai Nanang Eko Widinugroho (42) warga Palem, Tulungagung.
Akibatnya seorang pelajar di bawah umur berusia 17 tahun bernama Dewi Fitria Susanti seorang pelajar warga Desa Sambitan, Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung, dan tiga lainnya luka-luka.
Menurut informasi yang diperoleh mengungkapkan kecelakaan terjadi bermula dari pengendara sepeda motor Honda Scoopy yang dikendarai korban atau Dewi melaju dari arah Barat ke Timur.
Di tengah perjalanan tiba-tiba sepeda motor Dewi betabrakan adu banteng dengan pengendara Honda Vario dari arah berlawanan dikemudikan Septio Yovie Dinosawa (23) yang berboncengan dengan Wanda Haniva Nadya Safira (21) mahasiswa asal Kediri.
Diduga kedua pengendara melaju dengan kecepatan tinggi hingga terjadi benturan keras menyebabkan kedua kendaraan Honda Vario dan Scoopy terpental dan kemudian terjatuh ke aspal jalan.
Para pengendara yang terjatuh ke jalan kemudian kembali dihantam kendaraan lain yang melaju di belakang korban Honda Stylo yang dikemudikan Nanang Eko seorang perawatan kesehatan warga Palem, Tulungagung.
Akibatnya Dewi pengendara Honda Scoopy yang mengalami luka paling parah hingga langsung dilarikan ke rumah sakit, namun sayang di tengah perjalanan pelajar di bawah umur ini meninggal dunia, sementara para pengendara lain mengalami luka ringan dan telah mendapatkan pertolongan.
Petugas polisi yang datang kelokasi kejadian kecelakaan langsung melakukan mengevakuasi para korban bersama tim kesehatan dan menganankan kendaraan yang terlibat kecelakaan serta melakukan olah tempat kejadian perkara.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung, Ipda Gerry Permana SH menjelaskan dari hasil menyelidikan sementara diperoleh keterangan diduga pengendara Honda Scoopy melaku terlalu mengambil jalur ke kanan hingga melebihi marka jalan.
Sementara dari arah berlawanan juga melaju kendaraan lain pengendara sepeda motor Honda Vario yang berboncengan hingga keduanya terjadi tabrakan adu banteng hingga terjadi kecelakaan yang mengerikan, karena masih ada kendaraan lain di belakang korban turut menghantam kedua kendaraan yang terjatuh di jalanan.
Semua peristiwa terjadi begitu cepat sehingga para pengendara tidak bisa menghindari peristiwa kecelakaan itu sehingga ketiga kendaraan saling betabrakan satu sama lainnya, karena situasi yang tidak memungkinkan menghindar.
Ipda Garry Permana kepada warta menghimbau kepada para pengendara agar berhati-hati saat melaju di jalan raya terutama saat melintas di jalur dua arah yang tidak ada pembatas jalannya, selalu mentaati peraturan lalu lintas sangat penting untuk menghindari terjadinya kecelakaan. **

