KITAINDONESIASATU.COM – Sebuah video viral di media sosial yang dirilis oleh sayap militer Hamas, Brigade al-Qassam, memperlihatkan seorang sandera Israel bernama Evyatar David dalam kondisi kurus kering tengah menggali kuburnya sendiri di sebuah terowongan di Gaza.
Aksi mengerikan itu memicu kemarahan dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Dalam video berdurasi hampir lima menit, David terlihat mencoret tanggal di kalender, menerima sekaleng kacang untuk jatah dua hari, dan mengungkapkan bahwa ia belum makan selama beberapa hari.
Pihak keluarga, yang mengizinkan video itu dirilis, menyebut Evyatar sebagai “kerangka hidup” dan mengutuk perlakuan terhadapnya sebagai bentuk propaganda yang keji. Mereka menganggap bahwa putra mereka sengaja dibiarkan kelaparan dalam kondisi mengenaskan.
Di sisi lain, tragedi kelaparan juga menimpa warga Palestina di Gaza.
Berdasarkan data resmi dari Kementerian Kesehatan Gaza, sudah 127 orang tewas karena kelaparan akibat blokade ketat Israel—90 di antaranya adalah anak-anak.
Netanyahu Murka
“Teroris Hamas sengaja membuat para sandera kami kelaparan, mendokumentasikan mereka dengan cara yang sinis, memalukan, dan jahat,” katanya dalam pernyataan resmi.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, menggambarkan foto-foto tersebut sebagai sesuatu yang “mengerikan” dan “tidak dapat diterima”.
“Neraka sandera harus berakhir,” tulisnya di X pada hari Sabtu.
Israel menghadapi tekanan internasional yang semakin kuat terkait situasi di Gaza, di mana beberapa negara seperti Kanada, Inggris, dan Prancis tengah mempertimbangkan untuk mengakui Negara Palestina, bahkan bisa dilakukan secepatnya pada bulan depan.
Sementara itu, pejabat tinggi Amerika Serikat terus menegaskan kepada para sekutu bahwa hambatan utama terhadap tercapainya perdamaian adalah keberadaan Hamas.
“Cara tercepat untuk mengakhiri krisis kemanusiaan di Gaza adalah Hamas menyerah dan membebaskan para sandera!!!” tulis Presiden AS Donald Trump di Truth Social.
Hamas diduga masih menahan 20 sandera hidup dan 30 lainnya telah meninggal. Di tengah kondisi ini, Israel mulai membuka akses lebih luas untuk bantuan kemanusiaan ke Gaza melalui pengiriman udara, jeda taktis, dan pembukaan rute baru. Video terbaru mengenai kondisi sandera merupakan yang kedua dirilis oleh kelompok perlawanan Palestina dalam minggu ini.

