Sosok

Siapa Henry Panjaitan? Ini Profil dan Kekayaan Wadirut Baru Bank Mandiri

×

Siapa Henry Panjaitan? Ini Profil dan Kekayaan Wadirut Baru Bank Mandiri

Sebarkan artikel ini
Henry Panjaitan

KITAINDONESIASATU.COM – Dalam dunia keuangan dan perbankan nasional, nama Henry Panjaitan semakin dikenal sebagai figur berpengaruh yang memiliki rekam jejak kuat.

Kariernya yang melesat dari Bank Negara Indonesia (BNI) hingga menjabat Wakil Direktur Utama Bank Mandiri menjadi bukti konsistensinya dalam membangun sektor keuangan yang sehat dan profesional.

Profil Henry Panjaitan

Henry Panjaitan lahir di Jakarta pada 7 Juli 1969. Ia dikenal sebagai pribadi yang tekun dalam meniti pendidikan dan karier. Pendidikan sarjananya ditempuh di Universitas Padjadjaran (Unpad) jurusan Manajemen. Tak berhenti sampai di situ, ia melanjutkan pendidikan pascasarjana di Universitas Indonesia (UI) dengan spesialisasi Manajemen Keuangan.

Henry juga memperluas wawasan internasionalnya dengan meraih gelar Master Perbankan dari University of New South Wales (UNSW), Australia. Kombinasi pendidikan dalam dan luar negeri ini memperkuat fondasinya dalam menghadapi dinamika industri keuangan yang terus berubah.

Karier Henry Panjaitan

Henry memulai karier profesionalnya di Bank Negara Indonesia (BNI). Di sana, ia dipercaya menempati berbagai posisi strategis yang menunjukkan kapabilitas dan integritasnya. Salah satu jabatan penting yang pernah diembannya adalah sebagai Division Head SOEs & Government Institutions pada tahun 2016 hingga 2017. Dalam posisi ini, ia menjalin sinergi dengan berbagai lembaga pemerintah dan BUMN.

Kariernya terus menanjak hingga menjabat General Manager Divisi Internasional dan Direktur Treasury & International. Dalam posisi tersebut, Henry terlibat langsung dalam merancang strategi pengelolaan dana, penguatan relasi internasional, dan pengembangan bisnis global BNI. Pengalamannya ini membentuk karakter kepemimpinannya yang tegas namun adaptif terhadap perubahan global.

Pada 27 Oktober 2022, Henry Panjaitan resmi diangkat sebagai Direktur Bisnis Penjaminan PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo). Penunjukan ini dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Menteri BUMN dan BPUI. Di posisi ini, ia bertanggung jawab terhadap layanan penjaminan yang menjadi tulang punggung pemberdayaan UMKM di Indonesia.

Selama menjabat di Jamkrindo, Henry menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung akses pembiayaan yang lebih inklusif. Ia turut memperkuat kolaborasi dengan lembaga keuangan, memperluas jaringan mitra penjaminan, serta mendorong digitalisasi layanan. Visi modern yang dibawanya sejalan dengan arah transformasi Jamkrindo sebagai lembaga penjaminan yang adaptif dan responsif.

Puncak pencapaian Henry Panjaitan terjadi pada 4 Agustus 2025, ketika ia ditunjuk menjadi Wakil Direktur Utama (Wadirut) Bank Mandiri melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Penunjukannya menggantikan Riduan yang kini menjabat sebagai Direktur Utama Bank Mandiri.

Langkah ini dinilai sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi Bank Mandiri sebagai bank BUMN terbesar di Indonesia. Dengan pengalamannya di bidang treasury, penjaminan, dan hubungan internasional, Henry diharapkan mampu memperkuat ekosistem perbankan Mandiri dalam menghadapi tantangan digital dan mendorong inklusi keuangan nasional.

Selain latar pendidikan dan pengalaman kerja, Henry Panjaitan juga mengantongi sertifikasi resmi. Ia memiliki Sertifikasi Kompetensi Penjaminan yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) pada 30 Desember 2022. Sertifikasi ini menjadi pengakuan atas keahliannya dalam mengelola risiko dan operasional penjaminan sesuai standar nasional.

Memiliki sertifikasi semacam ini tak hanya menambah kredibilitas profesional, tapi juga menunjukkan bahwa Henry menjunjung tinggi prinsip tata kelola dan kompetensi berbasis sertifikasi resmi.

Kekayaan Henry Panjaitan

Sesuai dengan peraturan pejabat BUMN, Henry Panjaitan juga tercatat dalam laporan kekayaan pejabat negara. Dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 31 Desember 2024, total kekayaannya mencapai Rp 53,776 miliar.

Sebagian besar kekayaannya berupa aset tanah dan bangunan senilai sekitar Rp 29,8 miliar, sementara sisanya tersebar dalam bentuk alat transportasi, surat berharga, serta kas dan setara kas. Keterbukaan ini menjadi bagian dari komitmen Henry terhadap transparansi publik dan integritas sebagai pejabat tinggi di perusahaan milik negara.

Henry Panjaitan dikenal sebagai pemimpin yang visioner dan memiliki pendekatan kolaboratif. Pengalamannya di BNI, Jamkrindo, dan kini Bank Mandiri menunjukkan bahwa ia mampu mengadaptasi kebijakan korporat dengan kebutuhan pasar dan masyarakat.

Di Jamkrindo, ia mendorong pendekatan pro-UMKM melalui penyediaan layanan penjaminan yang efisien dan berdaya guna. Sementara di Bank Mandiri, ia diyakini akan memperkuat strategi bisnis global dan digitalisasi layanan perbankan.

Salah satu kekuatan utama Henry adalah kemampuan membangun sinergi lintas institusi, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Ini penting di tengah era keterbukaan dan transformasi digital yang menuntut kolaborasi aktif antar pelaku industri.

Dengan rekam jejak panjang, kompetensi mumpuni, dan kepemimpinan yang bersih serta transparan, Henry Panjaitan adalah contoh nyata figur profesional yang membangun karier dari bawah dengan penuh dedikasi.

Perannya dalam memperkuat sektor penjaminan di Jamkrindo dan kini sebagai Wadirut Bank Mandiri membuktikan bahwa ia bukan hanya birokrat, melainkan eksekutor kebijakan yang mampu mendorong perubahan nyata. Tak hanya membawa institusi lebih maju, tetapi juga membuka akses keuangan yang lebih luas bagi masyarakat.

Bagi generasi muda yang tertarik meniti karier di bidang keuangan, sosok Henry Panjaitan dapat dijadikan inspirasi: bahwa dengan pendidikan kuat, kerja keras, serta menjunjung tinggi integritas, semua pencapaian bisa diraih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *