KITAINDONESIASATU.COM – Terletak di Desa Pasawahan, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Kampung Pasundan Cisamaya menjadi destinasi wisata budaya yang menghadirkan nuansa autentik kehidupan masyarakat Sunda tempo dulu.
Dengan luas area sekitar 1,5 hektare, kampung wisata ini dirancang menyerupai perkampungan tradisional Sunda, lengkap dengan arsitektur rumah bambu, peralatan rumah tangga khas, hingga sajian kuliner tradisional yang menggugah selera.
Nama Cisamaya sendiri diambil dari mata air legendaris yang mengaliri lima desa di sekitarnya dan tetap mengalir meskipun musim kemarau. Filosofi ini menggambarkan keberlangsungan budaya Sunda yang tetap lestari meski zaman terus berubah.
Kampung Pasundan Cisamaya kini menjadi salah satu ikon wisata budaya unggulan di Kuningan. Letaknya yang strategis, hanya sekitar satu jam perjalanan dari wilayah perbatasan Kuningan–Cirebon, serta aksesibilitas yang semakin baik membuatnya mudah dijangkau dari berbagai kota, termasuk Jakarta dan Bandung.
Bambu: Simbol Tradisi dan Keberlanjutan
Salah satu daya tarik utama Kampung Pasundan Cisamaya adalah pemanfaatan bambu sebagai bahan utama dalam bangunan dan perlengkapan rumah tangga.
Sejalan dengan tradisi masyarakat Sunda, bambu dipilih karena memiliki sifat tahan air, bersifat sejuk, dan ramah lingkungan.
Material bambu didatangkan dari berbagai daerah di Jawa Barat, lalu diproses secara khusus agar lebih tahan lama dan kuat.
Selain digunakan untuk rumah dan dapur, bambu juga menjadi bahan utama dalam berbagai wahana edukasi dan instalasi seni di kawasan kampung ini.


