News

Perangi Hoaks, MUI Kota Banjarmasin Perkuat Dakwah Digital

×

Perangi Hoaks, MUI Kota Banjarmasin Perkuat Dakwah Digital

Sebarkan artikel ini
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Banjarmasin
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Banjarmasin melalui komisi Infokom menggelar pelatihan pembuatan website dan Medsos (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, terus mendorong pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung jaringan dakwah yang lebih luas ke masyarakat. Salah satu langkahnya yakni meningkatkan kemampuan sumber daya manusia (SDM) di bidang teknologi informasi (IT) hingga tingkat kecamatan.

Bendahara MUI Kota Banjarmasin, Fathurrahman, mengatakan optimalisasi media sosial dan website menjadi fokus MUI melalui Komisi Informasi dan Komunikasi (Infokom).

“SDM tim IT MUI Banjarmasin terus ditingkatkan kemampuannya. Harapannya, dakwah kita makin maksimal menjangkau masyarakat melalui teknologi daring,” ujar Fathurrahman di Banjarmasin, Minggu (3/8/2025).

Untuk mendukung hal tersebut, MUI Banjarmasin menggelar pelatihan pembuatan website dan pengelolaan media sosial pada 2025. Peserta pelatihan terdiri atas tim IT MUI di tingkat kota hingga kecamatan.

“Kami memiliki banyak kegiatan hingga kecamatan. Itu harus bisa dipublikasikan dengan baik agar masyarakat mudah mengaksesnya,” katanya.

Selain itu, kata dia, MUI juga membuka ruang bagi organisasi lain untuk berkontribusi melalui konten positif di media sosial dan website MUI Banjarmasin.

“Harapannya bisa menambah keimanan, menjaga persatuan, dan saling menghargai,” ucapnya.

Ketua Komisi Informasi dan Komunikasi MUI Kota Banjarmasin, Mathari, menambahkan pelatihan pembuatan website dan pengelolaan media sosial disambut antusias tim IT MUI di seluruh kecamatan.
“Kegiatan ini penting agar materi dakwah dan informasi yang disampaikan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

Mathari juga menekankan perlunya MUI memberi contoh penggunaan media sosial yang bijak dan edukatif.
“Sekarang kita harus bijak menggunakan jari jemari, membuat materi yang mencerahkan, bukan memecah belah,” ujarnya. (Anang Fadhilah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *