KITAINDONESIASATU.COM – Dunia bulu tangkis Indonesia kembali menemukan permata baru: Alwi Farhan, atlet muda asal Solo yang mencuri perhatian lewat prestasi-prestasinya baik di level junior maupun senior. Di usia yang masih sangat muda, Alwi telah menorehkan sejarah bagi Indonesia.
Lantas, siapa sebenarnya Alwi Farhan? Bagaimana perjalanannya dari pemain lokal hingga menumbangkan pemain papan atas dunia? Artikel ini akan membahas lengkap profil dan prestasi gemilangnya.
Siapa Alwi Farhan?
Alwi Farhan Alhasny lahir di Surakarta (Solo), Jawa Tengah, pada 12 Mei 2005. Usianya baru 20 tahun, namun ia sudah menjadi pembicaraan hangat di kalangan pencinta bulu tangkis. Dengan tinggi badan sekitar 185 cm dan tangan bermain kanan, Alwi memiliki keunggulan fisik yang memungkinkannya tampil dominan di lapangan.
Masuk ke Pelatnas PBSI sejak 2022, Alwi menunjukkan perkembangan pesat yang membuatnya layak disebut sebagai salah satu penerus kejayaan tunggal putra Indonesia, sejajar dengan nama-nama besar seperti Taufik Hidayat, Sony Dwi Kuncoro, hingga Jonatan Christie.
Karier Alwi Farhan
Karier Alwi mulai menanjak saat ia tampil sebagai juara di Bangladesh Junior U-19 tahun 2021. Kemenangan ini menjadi pijakan awal menuju pentas internasional. Di tahun berikutnya, ia menjadi finalis Lithuanian International dan mempersembahkan medali perunggu bagi tim Indonesia di ajang Kejuaraan Dunia Junior 2022.
Namun, momen paling bersejarah terjadi di tahun 2023, ketika Alwi Farhan menjadi juara dunia junior setelah menumbangkan wakil Tiongkok, Hu Zhe’an, di partai final dengan skor 21-19, 19-21, dan 21-14. Prestasi ini menjadikannya pebulu tangkis tunggal putra Indonesia pertama yang berhasil merebut gelar juara dunia junior. Tak hanya itu, ia juga meraih emas beregu di SEA Games 2023, serta medali perak dan perunggu di ajang Kejuaraan Asia Junior.
Prestasi Alwi Farhan
Transisi dari level junior ke senior bukan hal mudah, namun Alwi Farhan membuktikan dirinya mampu bersaing. Pada 2024, ia menjadi finalis Indonesia Masters I Super 100, dan kemudian juara Indonesia Masters II Super 100 setelah menumbangkan Aidil Sholeh dengan skor telak 21-10, 21-9.
Puncaknya terjadi di 2025, tahun di mana namanya mulai masuk dalam radar dunia bulu tangkis global. Ia mengejutkan publik dengan mengalahkan Anders Antonsen, pemain peringkat 3 dunia asal Denmark, di ajang Piala Sudirman 2025. Kemenangan ini sangat krusial karena membantu Indonesia melaju ke babak perempat final.
Tak berhenti di sana, Alwi melaju ke semifinal Macau Open 2025, termasuk menumbangkan unggulan kedua dari India, Lakshya Sen, dengan skor mencolok 21-16, 21-9. Prestasi ini memperlihatkan mental juaranya yang mulai terbentuk. Di ajang Thailand Open 2025, Alwi juga tampil impresif dengan mengalahkan Priyanshu Rajawat dalam rubber game dan menembus 16 besar.
Statistik dan Peringkat Dunia
Hingga pertengahan tahun 2025, Alwi Farhan telah mencatatkan sekitar 162 pertandingan dengan 116 kemenangan. Menurut situs resmi BWF, ia mengantongi total pendapatan karier sekitar USD 38.710, dengan performa 18 menang dan 11 kalah sepanjang 2025.
Saat ini, peringkat dunianya terus merangkak naik, berada di peringkat 25 dunia dan peringkat 34 World Tour. Untuk pemain seusianya, capaian ini terbilang sangat luar biasa dan menjanjikan masa depan yang cerah.
Gaya Bermain Alwi Farhan
Alwi dikenal dengan gaya bermain yang agresif, cepat, dan penuh tekanan. Ia kerap tampil menyerang sejak awal pertandingan dan mampu mengontrol tempo permainan dengan sangat baik. Keunggulan fisik—terutama tinggi badan dan kelincahan—menjadikannya mampu menjangkau shuttlecock lebih luas dan melakukan smash keras dari sudut sulit.
Dalam beberapa wawancara, Alwi menyebut bahwa ia sangat terinspirasi oleh Lee Chong Wei, legenda bulu tangkis Malaysia. Ia banyak belajar dari gaya bermain dan mentalitas Lee di lapangan. Selain itu, bimbingan dari pemain senior seperti Anthony Ginting juga memberikan pengaruh besar, terutama dalam hal menjaga fokus dan konsistensi saat menghadapi tekanan di pertandingan besar.
Salah satu kekuatan utama Alwi Farhan bukan hanya skill teknis, melainkan mental yang matang untuk usianya. Ia kerap tampil tenang di bawah tekanan, dan tidak mudah kehilangan fokus meski tertinggal poin. Hal ini menjadi pembeda antara pemain muda biasa dengan calon bintang dunia.
Selain itu, Alwi juga dikenal sebagai pemain yang rajin dan disiplin dalam latihan. Pelatih-pelatihnya di pelatnas menyebut bahwa Alwi selalu menunjukkan keinginan kuat untuk belajar dan memperbaiki kesalahan, sesuatu yang menjadi fondasi penting dalam karier seorang atlet profesional.
Meski performanya terus meningkat, tantangan besar menanti Alwi Farhan. Kompetisi di level senior lebih ketat, dan konsistensi menjadi kunci utama untuk bertahan. Ia harus terus meningkatkan kekuatan fisik, variasi teknik, dan kemampuan membaca permainan lawan agar bisa bersaing dengan para pemain top dunia.
Selain itu, menjaga mental dalam menghadapi tekanan publik dan media juga penting. Semakin dikenal, semakin besar ekspektasi publik—dan ini bisa menjadi pedang bermata dua bagi pemain muda.
Alwi Farhan bukan sekadar nama baru di dunia bulu tangkis, tetapi sosok yang membawa harapan baru bagi tunggal putra Indonesia. Dari Solo ke pentas dunia, dari juara junior hingga menaklukkan pemain elite dunia, Alwi menunjukkan bahwa Indonesia masih punya regenerasi berkualitas.
Dengan gaya bermain yang agresif, mentalitas juara, dan semangat pantang menyerah, masa depan Alwi Farhan terlihat sangat cerah. Jika terus konsisten, bukan tidak mungkin ia menjadi tumpuan Indonesia di Olimpiade dan Kejuaraan Dunia di masa mendatang.
Bagi kamu pencinta bulu tangkis, Alwi Farhan adalah nama yang wajib diikuti perkembangannya. Ia bukan sekadar rising star—tapi calon legenda baru yang siap mengibarkan Merah Putih di panggung tertinggi dunia.






