KITAINDONESIASATU.COM – Puluhan ribu siswa SD dan SMP di Banjarmasin akan mengikuti program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2025 yang digelar dalam dua tahap pada Agustus dan November. Program ini menargetkan cakupan minimal 90 persen dari total sasaran.
Sebanyak 10.782 siswa kelas 1 SD berusia 7 tahun akan menerima vaksin MR (Measles Rubella). Sementara itu, 5.796 siswi kelas 5 SD berusia 11 tahun akan mendapat vaksin HPV (Human Papilloma Virus) untuk pencegahan kanker serviks.
Selain itu, imunisasi juga menyasar program HPV Kejar, ditujukan bagi anak perempuan yang belum sempat menerima dosis lengkap di usia sebelumnya. Kelompok ini mencakup 5.834 siswi kelas 6 SD usia 12 tahun dan 4.874 siswi kelas 9 SMP usia 15 tahun.
Pada November, program dilanjutkan dengan pemberian vaksin DT (difteri dan tetanus) untuk siswa kelas 1 SD dan vaksin TD (tetanus dan difteri) untuk siswa kelas 2 SD. Masing-masing ditargetkan menjangkau lebih dari 10.000 anak.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan terkait pelaksanaan program ini,” kata Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Banjarmasin, Emma Ariesnawati, Jumat (1/8/2025).
Emma menegaskan, sasaran imunisasi tidak hanya terbatas pada siswa sekolah formal. Anak putus sekolah atau yang tidak terdaftar di lembaga pendidikan tetap akan dijangkau jika sesuai kategori usia.
“Kalau ada anak yang tidak bersekolah tetapi usianya masuk sasaran, juga akan kami imunisasi. Kami berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk mendata mereka,” ujarnya.
Ia menekankan, meskipun imunisasi tidak menjamin kekebalan 100 persen, perlindungan yang diberikan tetap signifikan untuk mencegah penularan penyakit.
Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin mendukung penuh program BIAS 2025. Ia mengajak para orang tua untuk memastikan anak-anak mereka mendapat imunisasi sesuai jadwal.
“Ini semua demi kesehatan anak-anak kita. Kami berharap para orang tua mendukung sepenuhnya agar target imunisasi tercapai,” ujar Yamin. Anang Fadhilah

