News

Dendam Aksi Pelecehan Sejak 6 Tahun Lalu Jadi Motif Pria Dibunuh Adik Ipar

×

Dendam Aksi Pelecehan Sejak 6 Tahun Lalu Jadi Motif Pria Dibunuh Adik Ipar

Sebarkan artikel ini
20240912 234304 scaled

KITAINDONESIASATU.COM – Seorang pria yang tewas ditusuk adik iparnya di kawasan Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (12/9) malam, menghembuskan nafas akibat 12 luka tusuk. Dendam yang dirasakan sejak 6 tahun lalu menjadi motif aksi berdarah itu.

Beny Noya, 48, yang tewas secara mengenaskan di tangan adik iparnya, NFP, 30, akibat dendam yang dipendamnya selama 6 tahun. Hal itu lantaran ia aksi pelecehan yang diterima istrinya oleh adik kandung korban.

Kapolres Jakarta Timur, Kombes Nicolas Ary Lilipaly, mengatakan, dari hasil otopsi di RS Polri Kramat Jati, terdapat 12 luka tusuk pada jasad Beny. Dari hasil pemeriksaan, NFP mengaku membunuh lantaran dendam pada enam tahun silam sang istri pernah dilecehkan adik kandung Beny.

“Karena luka tusuknya yang cukup banyak dan mencapai 12 luka, membuat nyawa korban tak dapat diselamatkan meski warga sudah membawanya ke RS Pasar Rebo,” kata Nicolas.

Dikatakan Kapolres, motif dendam itulah yang membuat tersangka begitu bernafsu untuk menghabisi korban. Pasalnya, kasus pelecehan yang dialaminya istrinya sudah disampaikan NFP kepada Beny.

“Tapi menurut NFP kakak iparnya tersebut justru membela pelaku pelecehan seksual terhadap sang istri, yang tidak lain adik kandung Beny,” imbuhnya.

Dikatakan Kapolres, badik yang digunakan NFP menikam Beny memang sudah ada didalam motor yang dikendarainya. Dan kini sudah diamankan, dan menjadi barang bukti bagi penyidik Unit Reskrim Polsek Ciracas dalam menetapkan NFP tersangka.

“NFP disangkakan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati, atau seumur hidup penjara, atau penjara dalam rentan waktu tertentu maksimal 20 tahun,” ungkapnya.

Sebelumya diberitakan, ketika edang berkunjung ke rumah kerabat, seorang pria tewas ditusuk adik ipar di depan istri. Peristiwa maut ini terjadi di kawasan Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (12/9) malam.

Korban BN sebelumnya sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Namun karena banyak mengeluarkan darah, nyawa korban tidak bisa diselamatkan. Sedang pelaku NF diamankan petugas Polres Jakarta Timur. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *