KITAINDONESIASATU.COM – Warga dan wisatawan Jepang diimbau tetap siaga, usai gelombang tsunami yang menerjang pesisir Pasifik setelah gempa dahsyat bermagnitudo 8,8 mengguncang perairan lepas Semenanjung Kamchatka, Rusia.
Lebih dari sepuluh titik pantai dilaporkan mengalami hantaman gelombang hingga 70 sentimeter. Otoritas Jepang pun belum mencabut imbauan secara penuh. Badan Meteorologi Jepang terus memantau dan menilai kondisi.
Layanan transportasi pun lumpuh. Operator kereta JR Hokkaido menghentikan beberapa jalur utama sejak pagi hari, membuat mobilitas warga terganggu. Beberapa orang bahkan harus bermalam di pusat evakuasi karena takut kembali ke rumah.
“Saya belum pernah mengalami evakuasi seperti ini seumur hidup,” ujar Kayoko Nakajima (76), salah satu warga Kushiro yang terpaksa mengungsi ke kantor pemerintahan.
Setidaknya dua juta warga diperintahkan untuk mengungsi, dari Hokkaido di utara hingga Wakayama di barat. Ironisnya, bencana ini datang saat Jepang sedang dilanda suhu ekstrem musim panas, memperparah penderitaan para pengungsi. (*)

