KITAINDONESIASATU.COM – Direktorat Lalu Lintas Polda Kalimantan Selatan mencatat lebih dari 5.000 pengendara terjaring tilang manual selama Operasi Patuh Intan 2025. Operasi yang digelar selama 14 hari, mulai 14 hingga 27 Juli 2025, menitikberatkan pada razia statis di sejumlah lokasi rawan pelanggaran lalu lintas.
Direktur Lalu Lintas Polda Kalsel, Kombes Pol Dr Fahri Siregar, mengatakan total ada 5.357 pengendara yang ditindak melalui tilang manual. Sementara melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau tilang elektronik, tercatat 879 pelanggaran. Rinciannya, 871 pelanggaran terekam ETLE statis dan 8 pelanggaran melalui ETLE mobile.
“Razia statis mulai diaktifkan kembali tahun ini. Pelanggaran tercatat lebih banyak karena petugas lebih intens melakukan pemeriksaan langsung di lapangan,” kata Fahri saat dikonfirmasi, Rabu (30/7/2025).
Pelanggaran yang mendominasi di antaranya pengendara tidak mengenakan helm standar SNI, melawan arus, bermain ponsel saat berkendara, melebihi batas kecepatan, pengendara di bawah umur, berboncengan lebih dari dua orang, serta pengemudi yang tidak mengenakan sabuk keselamatan.
Meskipun jumlah pelanggaran meningkat, data kecelakaan lalu lintas justru sedikit turun. Pada 2024, Ditlantas Polda Kalsel mencatat 22 kasus kecelakaan dengan 9 korban meninggal dunia. Sementara pada Operasi Patuh tahun ini, tercatat 21 kasus kecelakaan dengan 10 korban jiwa. Jumlah korban luka berat dan luka ringan naik tipis dari 22 menjadi 23 orang.
Selain penindakan, Ditlantas Polda Kalsel juga melakukan langkah preemtif dan preventif. Edukasi tertib lalu lintas diberikan melalui pendidikan masyarakat lalu lintas (dikmas lantas) bersama komunitas roda dua dan roda empat. Petugas juga memasang spanduk imbauan, serta mengintensifkan sosialisasi di media massa dan media sosial.
“Patroli di titik rawan kecelakaan dan rawan kemacetan juga terus kami lakukan. Kami berterima kasih kepada pengguna jalan yang sudah mematuhi aturan. Harapannya, meski Operasi Patuh sudah selesai, budaya tertib lalu lintas tetap terjaga,” ujar Fahri. (Anang Fadhilah)




