News

Menjelang Bulan Maulid, Pemprov Kalsel Janji Harga Pangan Tak Bakal Meroket

×

Menjelang Bulan Maulid, Pemprov Kalsel Janji Harga Pangan Tak Bakal Meroket

Sebarkan artikel ini
Pemprov Kalsel
Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel Ahmad Bagiawan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan memastikan harga kebutuhan bahan pokok di wilayahnya tetap stabil meski sempat terjadi gejolak pada beberapa komoditas. Hingga akhir Juni 2025, inflasi di Kalsel tercatat hanya 1,42 persen atau jauh di bawah ambang batas yang mengkhawatirkan.

Kepala Dinas Perdagangan Kalsel Ahmad Bagiawan mengatakan kenaikan harga sejumlah bahan pokok pada Juli 2025 masih dalam taraf wajar.

“Hingga akhir Juni 2025, angka inflasi tahun kalender tercatat hanya sebesar 1,42 persen di Kalsel, jauh di bawah batas yang dikhawatirkan,” kata Bagiawan di Banjarmasin, Selasa (29/7/2025).

Ia mengakui sempat terjadi lonjakan harga pada beberapa komoditas, seperti tabung LPG 3 kilogram dan bawang merah. Menurut dia, kenaikan harga LPG 3 kg terjadi akibat distribusi yang terganggu selama libur panjang Lebaran dan adanya permainan harga oleh oknum spekulan.

“Itu karena hari libur panjang hingga empat hari, sehingga pengiriman LPG 3 kg sempat terkendala,” ujarnya. Bagiawan menambahkan, distribusi LPG bersubsidi kini sudah kembali normal berkat koordinasi antara pemerintah daerah, Pertamina, dan pihak terkait.

Adapun kenaikan harga bawang merah dipicu keterlambatan pasokan dari luar daerah akibat cuaca buruk di jalur laut.

“Bawang merah di Kalsel memang bergantung pasokan luar daerah. Kapal pengangkut sempat terlambat karena gelombang tinggi,” katanya.

Meski demikian, harga sejumlah komoditas utama lainnya seperti cabai, telur ayam ras, tepung terigu, dan susu relatif stabil. Harga telur ayam ras, misalnya, kini berkisar Rp30.000 per rak dan bahkan ada yang di bawah harga tersebut.

Bagiawan mengimbau masyarakat tetap bijak berbelanja menjelang Bulan Maulid. Pasalnya, beberapa komoditas seperti bawang merah dan daging sapi berpotensi naik harga akibat peningkatan permintaan. “Harapannya warga tidak panik dan tidak melakukan aksi borong, terutama bawang merah dan daging,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Kalsel memastikan terus memantau harga bahan pokok di pasar tradisional serta berkoordinasi dengan distributor untuk menjaga pasokan tetap aman menjelang perayaan keagamaan hingga akhir tahun. (Anang Fadhilah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *