News

Asap Mengintai! Kalsel Minta 5 Heli Water Bombing Cegah Karhutla

×

Asap Mengintai! Kalsel Minta 5 Heli Water Bombing Cegah Karhutla

Sebarkan artikel ini
Heli Water Bombing Cegah Karhutla
Helikopter water boombing saat memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Kalsel. (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tengah bersiap menetapkan status siaga bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul kemunculan sejumlah titik api di beberapa wilayah dalam beberapa pekan terakhir. Penetapan status ini menjadi langkah awal agar bantuan penanganan dari pemerintah pusat dapat segera terkoordinasi.

Plt Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhamad Muslim, mengatakan, secara umum kondisi karhutla di Kalsel belum memasuki tahap darurat. Namun, pemerintah pusat telah menginstruksikan agar penetapan status siaga segera dilakukan.

“Kondisi secara umum memang belum kategori darurat. Namun kami diminta segera menetapkan status agar bantuan pusat bisa terkoordinasi,” kata Muslim usai monitoring karhutla secara virtual bersama Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, Selasa (29/7/2025).

Hasil rapat tersebut akan dilaporkan kepada Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, sebelum dibahas lebih lanjut bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk memutuskan status siaga bencana.

Muslim menambahkan, validasi data dari seluruh kabupaten dan kota menjadi syarat penting sebelum penetapan status. Hingga saat ini, baru Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Kota Banjarbaru yang telah menetapkan status siaga karhutla.

Baca Juga  Viral ! Babysitter di Surabaya Diduga Cekoki Obat Keras Anak Majikan Selama Setahun

“Kami mendorong kabupaten dan kota lain segera melaporkan kondisi lapangan. Laporan ini menjadi acuan penetapan status siaga bencana karhutla di tingkat provinsi,” ujarnya.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan telah mengirimkan permintaan bantuan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Bantuan yang diajukan antara lain lima unit helikopter water bombing dan dua helikopter patroli. Selain itu, BPBD juga meminta dukungan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau hujan buatan untuk membantu mengendalikan titik api. (Anang Fadhilah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *