KITAINDONESIASATU.COM – Pemerintah Kota Banjarmasin kembali melanjutkan pembangunan trotoar ramah difabel di kawasan Jalan Lambung Mangkurat. Pada tahap kedua ini, trotoar akan dibangun sepanjang lebih dari 900 meter dengan lebar 1,2 meter. Proyek ini menelan anggaran sekitar Rp7,2 miliar yang bersumber dari APBD 2025.
Meski diharapkan mendukung akses pejalan kaki, terutama kelompok difabel, proyek ini memicu sorotan karena sejumlah pohon yang tumbuh di badan trotoar terancam ditebang. Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Kartika Estaurina, memastikan pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terkait penanganan pohon tersebut.
“Kami sudah meneken kontrak dan pengerjaan di lapangan sudah dimulai, dari Jembatan Merdeka hingga Balai Kota Banjarmasin. Kami juga akan berkoordinasi dengan DLH untuk penanganan pohon-pohon yang terdampak,” ujar Kartika, Senin (27/7/2025).
Di sisi lain, pengerjaan trotoar ini juga memakan sebagian badan jalan, sehingga berpotensi membahayakan pengendara yang melintas. Untuk itu, Kartika menyebut pihaknya akan memasang rambu peringatan di sekitar lokasi proyek.
“Kami targetkan rampung pada November atau Desember. Selama pekerjaan berjalan, kami akan terus mengevaluasi kondisi di lapangan, termasuk penempatan rambu agar pengendara tetap aman,” katanya.
Selain trotoar, pembangunan tahap kedua ini juga mencakup pembuatan gorong-gorong di bawahnya, sekaligus jalur ducting atau Infrastruktur Pasif Telekomunikasi (IPT). Langkah ini diharapkan dapat merapikan kabel utilitas yang selama ini menjuntai di atas dan mengganggu estetika kota.
“Sejauh ini, tidak ada kendala berarti di lapangan. Cuaca juga masih mendukung karena curah hujan belum tinggi,” tambah Kartika.
Sebagai catatan, pada 2024 lalu, Pemkot Banjarmasin juga merekonstruksi trotoar di tiga ruas jalan. Trotoar di Jalan Lambung Mangkurat dibangun sepanjang 885 meter dengan anggaran Rp5,8 miliar. Sementara itu, di Jalan Pangeran Samudera sepanjang 1.334 meter dengan biaya Rp10,6 miliar, serta drainase di Jalan Hasanuddin HM sepanjang 111 meter dengan anggaran Rp800 juta. (Anang Fadhilah)


