KITAINDONESIASATU.COM – Sekitar 18.000 orang tumpah ruah di Dataran Merdeka, Kuala Lumpur, pada Sabtu, 26 Juli 2025. Mereka menuntut Perdana Menteri, Anwar Ibrahim mundur dari jabatannya. Hujan deras tak mampu membendung gelombang kemarahan rakyat.
Aksi ini jadi demonstrasi terbesar sejak 2018 dan langsung menyasar Anwar, yang dituding gagal memenuhi janji politik, terseret kontroversi hukum, dan tak mampu menekan biaya hidup yang terus melonjak.
Yang bikin publik makin geger, Tun Dr. Mahathir Mohamad, sang mantan perdana menteri legendaris yang kini berusia 100 tahun itu memimpin langsung demo ini.
“Anda bukan pilihan rakyat,” serunya lantang. “Sekarang rakyat ingin Anda mundur,’’ ujar Mahathir, seperti dilansir dari New Straits Times, Minggu, 27 Juli 2025.
Tak ketinggalan, Azmin Ali, mantan sekutu Anwar di era Reformasi 1998, ikut turun ke jalan. “Dulu aku yang tahan kamu. Sekarang, aku akan jatuhkan kamu,” katanya penuh emosi.
Anwar menanggapi aksi ini dengan sikap tenang. Ia mendoakan keselamatan para demonstran lewat media sosial, namun tetap menegaskan, “Kritik sebaiknya disampaikan di parlemen, bukan di jalanan,’’ ujar Anwar.
Menjelang aksi, Anwar sempat mengumumkan bantuan tunai dan pemotongan harga BBM, namun publik menilai itu hanyalah upaya meredam gejolak jelang demo. (*)



