News

Antrean di Pelabuhan Ketapang Memburuk, Ribuan Kendaraan Mengular

×

Antrean di Pelabuhan Ketapang Memburuk, Ribuan Kendaraan Mengular

Sebarkan artikel ini
ketapang
pelabuhan ketapang banyuwangi masih belum normal hingga timbulkan antrean panjang. -Ist-

KITAINDONESIASATU.COM – Kondisi antrean di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali, semakin parah pada Minggu pagi ini, 27 Juli 2025. Ribuan kendaraan, didominasi oleh truk logistik dan kendaraan pribadi, terlihat mengular hingga puluhan kilometer dari pintu masuk pelabuhan. Penumpukan ini menyebabkan waktu tunggu yang sangat lama bagi para pengendara.

Antrean kendaraan bermula dari menurunnya kapal yang beroparasi pasca tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya pada 2 Juli 2025 di Selat Bali. Dari 15 kapal yang semula aktif di lintasan Ketapang-Gilimanuk, kini hanya enam kapal yang diizinkan beroperasi. Penurunan armada ini merupakan hasil evaluasi keselamatan ketat dari otoritas pelayaran KSOP Tanjungwangi.

Akibatnya area parkir pelabuhan dan memanjang hingga di luar gerbang utama. Bahkan, beberapa kendaraan dilaporkan sudah mengantre sejak Sabtu malam, mengindikasikan adanya lonjakan volume kendaraan yang signifikan, terutama jelang akhir pekan dan musim liburan sekolah.

Antisipasi hal tersebut, Gubernur meminta adanya penambahan armada kapal serta pengaktifan kembali Pelabuhan Jangkar di Situbondo sebagai solusi alternatif untuk mengurai kepadatan.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jatim, Nyono, menyebut surat permohonan tersebut telah ditandatangani oleh Gubernur pada Sabtu (26/7/2025) malam dan akan segera dikirimkan pada Senin. Namun, ia juga menyatakan bahwa komunikasi awal sudah dilakukan melalui pesan singkat kepada Dirjen Hubungan Laut (Hubla) dan Direktur Transportasi ASDP.

Pihak Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Ketapang menyatakan bahwa penumpukan ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk kapasitas kapal yang terbatas, proses loading dan unloading yang memakan waktu, serta kemungkinan adanya peningkatan arus barang dan wisatawan. Koordinasi dengan pihak kepolisian juga terus dilakukan untuk mengurai kemacetan di akses jalan menuju pelabuhan.

Para pengemudi dan penumpang diminta untuk bersabar dan mempersiapkan diri dengan bekal yang cukup. Imbauan juga diberikan untuk memeriksa kondisi kendaraan sebelum melakukan perjalanan jarak jauh dan selalu memantau informasi terkini dari pihak berwenang terkait jadwal keberangkatan dan situasi antrean.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *