KITAINDONESIASATU.COM – Mantan Gubernur Jakarta, Anies Baswedan ungkap kelakuan Mantan Menteri Perdagangan era Presiden Jokowi, Tom Lembong selama menjalani persidangan korupsi impor gula.
Anies mengatakan Tom Lembong adalah orang yang sangat produktif bahkan saat menjalani lebih dari 20 kali sidang.
Salah satu hal yang disoroti Anies adalah kebiasaan Tom Lembong yang kerap keluar paling malam usai persidangan. Ketika ditanya, ternyata ia tengah menyalin Berita Acara Pemeriksaan (BAP) secara manual, dengan tulisan tangan.
Anies Baswedan mengungkap sisi personal Thomas Lembong yang jarang terlihat publik. Bagi Anies, Tom bukan hanya mantan pejabat, melainkan seorang “man of principle” seseorang yang tetap berdiri teguh meski diterpa badai hukum.
“Ini adalah man of principle. Kalau orang yang punya prinsip dan dia berpegang pada prinsip, maka di tengah terpaan prinsip itu akan muncul,” ujar Anies.
“Keyakinan itu akan tercermin dari apa? Dari cara dia berpikir, cara dia melihat, cara dia bertindak. Itu muncul. Nah, ini orang yang punya prinsip dan punya prinsip ini dari dulu.” ungkapnya dalam YouTube Forum Keadilan TV pada Kamis, 24 Juli 2025.
Bahkan penasihat hukum Tom, menurut Anies, ikut terinspirasi oleh semangat kliennya.
“Saya ketemu penasihat hukum, gimana hasilnya, mereka cerita: ‘Mas, kami ini sudah berkali-kali mendampingi orang yang dijadikan tersangka… Semuanya ini kami besarkan hati tersangka, sekarang ini kami hati oleh tersangkanya’.” ungkapnya.
Bukan hanya konsisten dalam prinsip, Tom juga tetap aktif dan tenang di dalam tahanan.
“Saya berkali-kali berkunjung ke ketahanan. Alhamdulillah terima kasih pada kejaksaan yang memberikan izin,” kata Anies.
Ia juga menyebut bahwa kebutuhan Tom di dalam tahanan banyak diurus oleh istrinya.
Namun yang paling mengejutkan, menurut Anies, adalah bahwa Tom tidak pernah membicarakan kasusnya.
“Saya ngobrol ya enggak ngomongin kasusnya. (Tom Lembong justru bilang) ‘Nis maju terus ya. Nis jangan pernah gentar ya.’ Masyaallah, orang ini itu gimana kita jelasinnya.” ungkapnya.
Anies juga menceritakan bahwa di dalam tahanan, Tom justru menjadi pemimpin olahraga.
“Ototnya kuat sekali sekarang. ‘Iya, saya olahraga terus sekarang,’ kata dia. Dan dia menjadi pemimpin di tahanan itu untuk berolahraga semua.”
Yang lebih mengesankan lagi, diskusi mereka lebih banyak membahas ekonomi dan krisis global.
“Bagaimana ekonomi Indonesia? Bagaimana menghadapi krisis global? Itu topik pembicaraan kita. Kita tidak ngobrolin perkara.”
Anies menyebut Tom sebagai sosok yang sangat produktif dan workaholic. “Dia tidak pernah bisa lepas tas. Mau pakai jas, pakai apa pun, dia akan pakai tas… dan dia akan produktif sekali.”
Salah satu kisah yang paling menyentuh adalah saat Tom menyalin BAP secara manual karena tidak diperbolehkan memfotokopi.
“Dia nyalin BAP ditulis sama dia semua. Terus itu enggak tahu berapa halaman tuh. Dia tulis tangan.”
Dengan keteguhan prinsip dan konsistensi seperti itu, Anies menegaskan bahwa apa yang Tom alami bukanlah hal yang pantas diterima oleh seseorang yang selalu bekerja dengan integritas.
“Keyakinan itu ditopang dengan berjalan di prinsip yang benar secara konsisten. Itulah yang membuat dia menapak itu dengan tenang dan dia menghadapi juga dengan tenang.” ungkap Anies Baswedan. (*)

