KITAINDONESIASATU.COM– Aksi seorang pengamen bernama Dani (29) yang viral karena mengamuk di dalam angkutan kota (angkot) beberapa waktu lalu, memicu perhatian serius Pemerintah Kota Bogor. Tak ingin insiden serupa mencoreng citra kota dan menimbulkan keresahan warga, Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, turun langsung ke Mapolsek Bogor Tengah, Rabu 23 Juli 2025, untuk menemui Dani yang telah diamankan oleh Satpol PP dan kepolisian.
“Tentu saya berharap kejadian seperti ini tidak lagi terulang di Kota Bogor. Kami sangat mengandalkan partisipasi masyarakat untuk melaporkan keresahan maupun ketidaknyamanan di lingkungannya,” kata Jenal.
Ia menegaskan bahwa Dani bukan bagian dari komunitas pengamen yang telah dibina oleh Pemkot Bogor. “Dia tidak masuk dalam data komunitas binaan kami. Dari keterangannya, baru dua hari mengamen. Meski begitu, pendekatan dan pembinaan tetap menjadi kewajiban kita bersama,” tambahnya.
Pemkot pun tak sekadar memberikan sanksi. Jenal menawarkan solusi kemanusiaan: Dani ditawari pekerjaan sebagai penyapu lingkungan di Balai Kota, dengan satu syarat utama—berhenti mengonsumsi minuman keras.
“Selain tadi sanksi yang diterapkan oleh Polresta Bogor Kota melalui polsek. Saya tawarkan juga Dani untuk jadi tenaga penyapu lingkungan di Balai Kota, dengan syarat berhenti minuman keras,” ujar Jenal.
Saat ini, Pemkot Bogor telah mendata sekitar 400 pengamen. Dari jumlah tersebut, sebanyak 200 orang telah difasilitasi tampil di ruang publik yang tertata, aman, dan terintegrasi dengan sektor ekonomi kreatif, seperti Alun-Alun, Lapangan Heulang, hingga sejumlah kafe di Kota Bogor.
“Kami ingin mereka bermusik dengan layak, bukan dengan cara yang menakutkan,” tegas Jenal.
Ia juga menyoroti bahwa banyak pengamen di Bogor bukan berasal dari kota ini. Namun bagi yang merupakan warga Kota Bogor, Pemkot akan langsung melakukan pendataan dan pembinaan sebagai bagian dari komitmen menjaga ketertiban kota.
“Ini komitmen kami atas perintah Pak Wali Kota Bogor untuk Bogor bersih dan bebas dari premanisme. Faktanya, hari ini banyak kejadian yang meresahkan dari oknum pengamen dan faktor utamanya adalah minuman beralkohol,” tandas Jenal Mutaqin. (Nicko)
