KITAINDONESIASATU.COM – Harapan keluarga dan rekan-rekan korban masih terus menyala. Hingga hari ini, Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian terhadap dua mahasiswa Institut Koperasi Indonesia (IKOPIN) yang hilang terseret ombak di Pantai Puncak Guha, Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut.
Upaya pencarian melibatkan personel dari SAR Bandung, yang bekerja sama dengan SAR Tasikmalaya dan Satpol Airud Polres Garut. Koordinasi lintas wilayah ini dilakukan demi mempercepat proses evakuasi dan menemukan korban dalam kondisi terbaik.
Pelaksana Harian Kepala Seksi Operasi dan Siaga SAR Bandung, Maman Fatmono, menjelaskan bahwa pencarian dilanjutkan dengan membagi tim ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU).
“SRU 1 menyisir darat dari titik terakhir korban terlihat (LKP) ke arah timur sejauh 1 km, SRU 2 menyisir ke arah barat sejauh 2 km, sementara SRU 3 menyisir laut dengan bantuan dua perahu nelayan berdasarkan prediksi peta SAR,” ungkapnya di Garut, Selasa (22 Juli 2025).
Namun hingga pukul 13.00 WIB, hasil pencarian masih nihil. Meski demikian, tim tetap bekerja tanpa lelah dengan harapan bisa segera menemukan kedua korban.
Tragedi Saat Liburan: Satu Selamat, Dua Masih Hilang
Insiden ini terjadi pada Minggu pagi, 20 Juli 2025, sekitar pukul 09.00 WIB. Berdasarkan keterangan yang diterima, tiga mahasiswa yang tengah berlibur nekat berenang ke tengah laut. Namun, ombak besar datang tiba-tiba dan menyeret mereka ke arah yang tak terduga.
“Satu korban bernama Bagas (20) berhasil selamat dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Sukarame. Tapi dua temannya, Oka Mahbabu Rijal (22) dan Rivan Muhammad Yusup (20), hingga kini masih belum ditemukan,” jelas Maman.



