FeatureSosok

Setiawan Djody Orang Indonesia yang Pernah Akuisisi Lamborghini

×

Setiawan Djody Orang Indonesia yang Pernah Akuisisi Lamborghini

Sebarkan artikel ini
stiawan djody
Foto Sertiawan Djody. Instagram @sosokbisnis

KITAINDONESIASATU COM – Sosok Setiawan Djody, bagi anak-anak milenial dan genz mungkin kurang dimengerti profil pria keturunan pahlawan nasional ini.

Dia adalah seorang pengusaha Indonesia yang juga memiliki jiwa seni yang kuat, terutama di bidang musik yang kemudian mendrikan grup musik.

Setiawan Djody kemudian mendirikan Kantata Takwa bersama 6 personel lainya Iwan Fals, Sawung Jabo, Jockie Surjoprajogo, WS Rendra, Donny Fatah dan Innisisri.

Latar belakang pendidikannya yang mumpuni—MBA dari Wharton School dan gelar S-2 Filsafat dari University of California

Baca Juga  Konglomerat Dunia Ini Bantah Pernah Nikahi Raline Shah!

Pengalan pendidikan dan jiwa seninya membentuk pandangannya yang unik dalam menjalankan bisnis dan seni.

Djody sendiri merupakan cucu dari pahlawan nasional Dr Wahidin Soedirohoesodo yang dikenal sebagai salah satu penggagas berdirinya organisasi Budi Utomo.

Setelah mengembangkan karir di berbagai sektor, salah satu kisah bisnis paling menarik dari Setiawan Djody adalah keterlibatannya dalam pembelian Lamborghini.

Pada tahun 1994, bersama Tommy Soeharto, Djody mengakuisisi Lamborghini melalui perusahaannya, Megatech Ltd.

Pada 21 Januari 1994, Setiawan Djody bersama Tommy Soeharto mengakuisisi Lamborghini melalui perusahaan holding Megatech Ltd, yang bermarkas di Bermuda.

Baca Juga  Tujuh Dampak Kenaikkan Harga Minyak Dunia bagi Indonesia

Mereka membeli 49% saham Lamborghini dari Chrysler Corporation dengan nilai sekitar $40 juta.

Kepemilikan ini berlangsung hingga 1998 ketika Audi AG membeli kembali Lamborghini dengan nilai $110 juta karena krisis ekonomi yang melanda Indonesia

Lamborghini saat itu mengalami kesulitan keuangan dan dijual oleh Chrysler seharga sekitar USD 25 juta hingga USD 40 juta.

Akuisisi ini membuat Lamborghini berada di bawah kendali konglomerat Indonesia, sebuah langkah yang menggemparkan dunia otomotif internasional.

Meskipun kepemilikan Lamborghini ini tidak bertahan lama –karena kemudian dijual ke Audi AG pada tahun 1998, menunjukkan keberanian dan visi global Djody​.

Baca Juga  Mahasiswa KKN UGM Jadi Korban Kecelakaan Kapal di Maluku Tenggara, Dua Meninggal Dunia

Djody terus dikenal sebagai sosok yang menjembatani dunia bisnis dan seni.

Dengan reputasi sebagai pengusaha yang juga merangkul kecintaannya terhadap musik melalui band Kantata Takwa dan SWAMI, yang berkolaborasi dengan Iwan Fals.

Keberhasilannya di bisnis internasional seperti Lamborghini hanya satu contoh kisah dari perjalanan panjangnya di dunia bisnis.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *