Berita UtamaNews

Tragedi Pesta Rakyat di Pernikahan Wakil Bupati Garut, Putri Karlina Menangis di Rumah Duka

×

Tragedi Pesta Rakyat di Pernikahan Wakil Bupati Garut, Putri Karlina Menangis di Rumah Duka

Sebarkan artikel ini
Tragedi Pesta Rakyat di Pernikahan Wakil Bupati Garut, Putri Karlina Menangis di Rumah Duka
Tragedi Pesta Rakyat di Pernikahan Wakil Bupati Garut, Putri Karlina Menangis di Rumah Duka

KITAINDONESIASATU.COM – Pesta pernikahan Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, dengan anggota DPRD Jabar Maula Akbar berubah menjadi duka mendalam setelah insiden memilukan terjadi. Acara yang digelar di Pendopo Alun-alun Garut pada 18 Juli 2025 itu menelan empat korban jiwa.

Konsep pernikahan yang mengusung pesta rakyat, dengan menyuguhkan makanan gratis dan hiburan, justru memicu antusiasme luar biasa dari masyarakat. Massa yang datang membludak hingga menyebabkan kepadatan tak terkendali dan akhirnya memicu insiden tragis yang menewaskan beberapa orang.

Atas kejadian itu, Putri Karlina langsung mendatangi rumah duka. Dalam video yang diunggah oleh akun TikTok @petualangan_teh_mayang, terlihat Putri menangis tersedu-sedu dan menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga korban.

“Ibu Putri Karlina dan A Maula Akbar melayat ke rumah duka korban tragedi makan gratis berujung tragis di Garut Pendopo acara pernikahan pesta rakyat, sampaikan bela sungkawa sedalam-dalamnya,” ujar narasi dalam video tersebut.

Putri Karlina bahkan terlihat bersujud dan sungkem kepada keluarga korban. Sementara itu, Maula Akbar yang mendampingi juga ikut menyampaikan permintaan maaf secara langsung.

“Hapunten abdi, hapunten abdi ibu,” ujar Maula, dalam bahasa Sunda yang berarti permintaan maaf.

Menariknya, respons keluarga korban justru menjadi sorotan di media sosial. Salah satu pernyataan dari pihak keluarga korban membuat banyak netizen tersentuh dan menilai bahwa tragedi tersebut memang di luar kendali pasangan pengantin.

“Sing janten pelajaran nya pak kanggo kapayunna, ulah aya pesta ngajadikeun duka,” ujar salah satu keluarga korban.

Pernyataan itu bermakna harapan agar kejadian serupa tidak terulang dan menjadi pelajaran untuk ke depannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *