KITAINDONESIASATU.COM – Anggota Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera, memberikan apresiasi terhadap persiapan Pilkada di Provinsi Banten yang dinilai berjalan dengan baik dan terorganisir.
Saat kunjungan kerja spesifik Komisi II DPR RI ke Kota Serang pada Rabu, 11 September 2024, Mardani memuji sinergi antar berbagai pihak, seperti KPU, Bawaslu, Polda, Danrem, serta pemerintah daerah dalam mempersiapkan pemilihan.
“Kami sangat senang melihat koordinasi yang solid antara gubernur, KPU, Bawaslu, Forkopimda, serta aparat keamanan seperti Polda dan Danrem. Bahkan, ada simulasi situasi darurat seperti penculikan ketua KPU dan pembakaran, yang menunjukkan keseriusan semua pihak,” kata Mardani.
Ia juga mencatat dukungan kuat dari TNI dan kepolisian, yang bekerja sama dengan pemerintah daerah dan KPU dalam memastikan keamanan Pilkada.
Polda Banten telah memaparkan beberapa wilayah dengan tingkat kerawanan berbeda-beda, dari rendah hingga tinggi.
“Kami khawatir akan kurangnya personel untuk Pilkada serentak, tapi ternyata kolaborasi dengan linmas berhasil menutup kekurangan itu. Di tiap TPS, akan ada dua petugas keamanan,” tambah Mardani.
Pengamanan Pilkada Banten akan melibatkan dua kepolisian daerah, yaitu Polda Metro Jaya dan Polda Banten, karena beberapa wilayah Banten berada dalam area kerja Polda Metro Jaya.
Selain keamanan, Mardani menyoroti tantangan geografis di Banten, termasuk wilayah pegunungan, lembah, dan desa adat Baduy. Dia mencatat tingkat partisipasi pemilih di Baduy luar mencapai lebih dari 80 persen, yang cukup mengesankan.
Mardani juga menyinggung masalah rendahnya partisipasi pemilih pemula dan milenial di Pandeglang, yang hanya 47 persen, jauh di bawah rata-rata nasional.
Meski demikian, KPU Banten melaporkan bahwa coklit (pencocokan data pemilih) berjalan dengan baik, meskipun Bawaslu menyoroti luasnya jangkauan Panwas di beberapa kelurahan.
Pilkada di Banten akan digelar di tingkat provinsi serta di seluruh kabupaten dan kota, yang meliputi empat kabupaten dan empat kota.- ***
