News

Bomang Tembus Cibinong, Proyek Raksasa Rp33 M Siap Genjot Ekonomi Bogor Barat

×

Bomang Tembus Cibinong, Proyek Raksasa Rp33 M Siap Genjot Ekonomi Bogor Barat

Sebarkan artikel ini
bomang
Pemerintah menargetkan proses pembebasan lahan dan pembangunan jalur lambat Jalan Bomang rampung pada tahun 2025 (KIS/IST)

KITAINDONESIASATU.COM– Upaya mempercepat konektivitas wilayah dan pemerataan pembangunan terus digencarkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Pemkab kembali melanjutkan proyek strategis pembangunan Jalan Bojonggede–Kemang (Bomang). Infrastruktur ini diproyeksikan menjadi akses vital pengurai kemacetan serta pendorong pertumbuhan ekonomi kawasan barat Kabupaten Bogor.

Pemerintah menargetkan proses pembebasan lahan dan pembangunan jalur lambat Jalan Bojonggede-Kemang (Bomang) rampung pada tahun 2025. Hal ini menjadi bagian dari komitmen kuat Pemkab Bogor dalam melanjutkan pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung pada peningkatan mobilitas dan kesejahteraan masyarakat.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyatakan keseriusan pemerintah daerah dalam menyelesaikan proyek ini, termasuk melanjutkan pembangunannya hingga menembus Cibinong. Untuk mendukung hal tersebut, Pemkab telah menyiapkan alokasi anggaran sebesar Rp33 miliar. Meski proses perencanaan dan lelang membutuhkan waktu, pelaksanaan fisik dipastikan berjalan setelah tahapan awal selesai.

“Waktu DED-an tiga bulan, Juni, Juli, Agustus baru lelang, September-Oktober baru selesai fisik,” tutur Bupati Bogor, Jumat 18 Juli 2025.

Rudy menekankan pentingnya keberlanjutan proyek Jalan Bomang sebagai bagian dari tanggung jawab moral terhadap para pemimpin sebelumnya yang telah menggagas pembangunan tersebut.

“Bismillah, kita lanjutkan pembangunan Jalan Bomang (Bojonggede-Kemang). Ini adalah ide dan gagasan dari pemimpin Bogor yang terdahulu. Tugas kami adalah melanjutkan segala program yang baik bagi masyarakat,” ujar Bupati Bogor, Rudy Susmanto.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bogor, Suryanto Putra, menjelaskan bahwa proses pembebasan lahan masih terus berlangsung hingga pertengahan Juli 2025. Saat ini, tahapan berada pada pemrosesan dokumen pengadaan.

“Pembebasan lahannya ditargetkan selesai tahun ini. Data terakhir menunjukkan sekitar 7.000 meter persegi yang masih dalam proses,” jelas Suryanto Putra.

Adapun pembangunan fisik jalur lambat menjadi prioritas pada tahun ini, menyusul tertundanya proyek tersebut pada tahun sebelumnya.

“Semua jalur lambat ditargetkan selesai tahun ini, di luar pembangunan jembatan,” tambahnya.

Pembangunan jalur lambat pada ruas Jalan Bomang tahun ini mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp33 miliar untuk sepanjang 2,252 kilometer. Namun, anggaran tersebut belum termasuk biaya pembebasan lahan yang masih menunggu proses pencairan.

“Kami masih menunggu prosesnya. Kalau sudah siap, pekerjaan fisik langsung dikerjakan,” terang Suryanto.

Proyek Jalan Bomang diyakini akan mempercepat mobilitas warga, mengurai kemacetan, dan membuka potensi ekonomi baru dari Bojonggede hingga Kemang. Pemkab Bogor optimistis, pembangunan ini akan menjadi salah satu tonggak penting dalam mendorong pemerataan infrastruktur dan pertumbuhan kawasan strategis di Kabupaten Bogor. (Nicko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *