KITAINDONESIASATU.COM– Di tengah pesatnya arus digitalisasi, Pemerintah Kabupaten Bogor tak tinggal diam. Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Pemkab Bogor menggelar pelatihan khusus bagi para calon konten kreator desa. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Pesona Anggraeni Cisarua, ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat literasi digital sekaligus membuka ruang partisipasi masyarakat desa dalam memanfaatkan teknologi informasi secara positif, produktif, dan kreatif.
Kepala Diskominfo Kabupaten Bogor, Bambang Widodo Tawekal, mengungkapkan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah dalam mendorong penguatan literasi digital dan pemberdayaan masyarakat desa, terutama dalam menciptakan konten yang bermanfaat dan membangun citra positif wilayah mereka.
“Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya strategis kami dalam mendorong penguatan literasi digital dan pemberdayaan masyarakat desa melalui pemanfaatan teknologi informasi secara positif, produktif, dan kreatif,” ujar Bambang, dalam keterangan tertulisnya, Kamis 17 Juli 2025.
Menurutnya, di era digital seperti sekarang ini, informasi menyebar dengan sangat cepat. Media sosial dan berbagai platform digital telah menjadi wadah utama dalam komunikasi, promosi, hingga pelayanan publik.
“Oleh karena itu, kemampuan untuk menciptakan konten yang informatif, edukatif, dan inspiratif menjadi sangat penting. Terlebih bagi aparatur desa maupun masyarakat yang menjadi ujung tombak pelayanan dan pembangunan di tingkat paling bawah,” tegasnya.
Ia menjelaskan, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam membuat konten digital yang baik dan bertanggung jawab. Selain itu, pelatihan ini juga mendorong promosi potensi desa melalui media digital, termasuk potensi wisata, budaya, produk UMKM, serta layanan publik.
Tak hanya itu, melalui pelatihan ini Diskominfo juga ingin membangun jejaring dan kolaborasi antar desa dalam pengembangan komunikasi berbasis teknologi informasi, sehingga desa-desa di Kabupaten Bogor dapat saling belajar dan tumbuh bersama di tengah tantangan era digital.
Ia berharap, setelah pelatihan ini para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga memiliki semangat dan komitmen untuk mengembangkan konten yang bermanfaat serta memperkuat citra positif desa masing-masing. Lebih dari itu, komunikasi antara pemerintah desa dan masyarakat diharapkan menjadi lebih terbuka dan partisipatif.
“Semoga kegiatan ini membawa manfaat yang sebesar-besarnya untuk kemajuan desa dan Kabupaten Bogor secara umum,” imbuhnya. (Nicko)

