KITAINDONESIASATU.COM – Pemprov DKI Jakarta serius ingin menghapus kemiskinan dari ibu kota. Dalam dokumen akhir RPJMD 2025-2029, Jakarta menargetkan angka kemiskinan turun drastis hingga hanya 1,82–2,91 persen, sebagai langkah awal menuju visi ambisius 2045, menjadikan Jakarta kota global yang adil, maju, dan bebas kemiskinan.
Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta, Iqbal Akbarudin, menyebutkan bahwa target jangka panjangnya bahkan lebih ekstrem tingkat kemiskinan ditekan hingga tinggal 0-0,5 persen saja.
“2025-2029 jadi fase awal transformasi besar Jakarta menuju kota impian 2045,” ujarnya di Jakarta, Rabu (16/7/2025).
Lewat Perda Nomor 8 Tahun 2024, Jakarta resmi mematok mimpi besar itu. Namun bukan sekadar mimpi, karena kini forum khusus telah digelar Pemprov, demi memfinalisasi solusi konkret dan program prioritas penanggulangan kemiskinan lima tahun ke depan.
Dengan pendekatan kolaboratif antara pemerintah, kementerian/lembaga, hingga mitra pembangunan non-pemerintah, setiap penduduk miskin ditargetkan naik kelas kesejahteraannya, dan yang sudah sejahtera dijaga agar tak tergelincir kembali.
Data terbaru dari BPS memperlihatkan penurunan kemiskinan sudah mulai terasa, dari 464,93 ribu jiwa pada Maret 2024 menjadi 449,07 ribu jiwa di September 2024. Persentasenya pun menurun dari 4,3 persen menjadi 4,14 persen. (*)



