KITAINDONESIASATU.COM – Sebuah video yang viral di media sosial tengah menjadi sorotan karena disebut-sebut membuat Bupati Batang Hari, Jambi, Muhammad Fadhil Arief diduga ngambek. Hal ini berkaitan dengan insiden yang terjadi dalam acara pelantikan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Diduga, akibat insiden tersebut, Bupati Batang Hari memutuskan untuk menahan Surat Keputusan (SK) milik para pegawai yang baru saja dilantik. Detik-detik insiden yang memicu kemarahan tersebut kini beredar luas di media sosial.
Akun Instagram @undercover.id membagikan dua video pada 15 Juli 2025 yang memperlihatkan momen saat para pegawai PPPK memegang balon dalam acara pelantikan. Dalam video, terdengar jelas suara MC wanita yang memberikan instruksi.
“Mohon izin seluruhnya, foto bersama persiapan. Seluruhnya lihat pada kamera yang berada di depan bapak dan ibu, mohon izin seluruhnya, mohon perhatian, oke. Oke kita hitung mundur, 3, 2,1,” ujarnya.
Namun, instruksi tersebut justru memicu kesalahan. Ratusan pegawai PPPK secara serentak melepaskan balon ke udara, yang diduga bukan bagian dari arahan yang dimaksud.
“Ibu-ibu ini foto bersama bukan pelepasan balon, makannya tadi saya bilang dengarkan informasi dari saya foto bersama bukan pelepasan balon,” ungkap Bupati dalam video yang beredar.
Insiden ini dikaitkan dengan keputusan penahanan SK yang disebut dalam caption unggahan.
“Kami sudah dilantik, tapi SK tidak diserahkan. Kata petugas, Bupati memerintahkan agar SK ditahan karena balon sudah dilepaskan lebih dulu sebelum komando resmi,” tulis caption dalam unggahan tersebut.
Reaksi netizen pun beragam. Banyak yang menyayangkan kurangnya koordinasi dalam acara tersebut.
“Orang segitu banyak gak ada yang dengerin perintahnya kah,” komentar akun @salmanamir10.
“Pelepasan balon dengan jumlah besar gini berpotensi mencemari lingkungan,” jelas akun @mohammadarifm.
