KITAINDONESIASATU.COM – Kita kerap menyaksikan kendaraan melaju di ruas jalan tol dengan kecepatan di atas 100 km per jam pada kendaraan yang hancur ini melaju dengan kecepatan di bawah itu.
Tentu ini menjadi pertimbangan Anda ketika memacu kendaraan mobil dengan kecepatan tinggi bisa berdampak lebih parah lagi, seperti dialami minibus ini.
Kecelakaan Minibus Hino Dutro AD 7131 AB mengalami kerusakan sangat parah setelah mebarak bagian belakang truk di ruas Jalan Tol Jombang-Mojokerto KM 702+200, Sabtu (12/7/2025) pukul 11:40 WIB.
Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini namun kendaraan mengelami kerusakan parah hingga bagian depan mobil Elf ini mengalami kerusakan parah dan dua orang luka berat, ini masih beruntung hanya luka berat.
Korban luka berat harus dilarikan ke RSUD RA Basoeni, masing-masing Bayu Prasetyo (16) warga Kelurahan Tamalabba, Ujung Tanah, Kota Makassar Sulawesi Selatan dan Tri Widodo (33) warga Desa Sekarjati, Kecamatan Kota Karanganyar, Jawa Tengah.
Korban luka berat yang dialami bayu mengalami patah tulang hidung sedangkan Tri Widudu cedera pada tulang panggu.
Menurut informasi yang diperoleh mengungkapkan kecelakaan terjadi bermula kendaraan Hino melaju dari arah Timur ke Barat di jalur cepat tol Jombang-Mojokerto, kendaraan dari Surabaya tujuan Solo.
Minibus yang berisi 3 penumpang itu dikemudikan Sumirat (28) Warga Demakan, Mojolaban, Sukoharjo, Jateng.
Di tengah perjalanan sekitar pukul 11:40 WIB Hino berpinda jalur ke jalur lambat dari ruan jalan jalur cepat, namun sayang pengemudi tidak menguasai laju kendaraan tiba-tiba menabrak truk di depannya S 9789 P dikemudikan Agus Siswanto warga Gedeg, Mojokerto.
Beruntung kendaraan tidak berguling-guling di ruas jalan tol namun kendaraan minibus Hino mengalami kerusakan cukup parah bagian sisi kiri dari depan hingga badan minibus ringsek parah.
Menurut Kepala Departemen Operasional Astra Tol Jombang-Mojokerto, Zanuar Firmanto kepada wartawan mengatakan Hino melaju dengan kecepatan tinggi hingga menabrak truk di depannya saat pindah ke jalur lambat.
Menurutnya saat itu posisi truk melaju dengan kecepatan 50 km per jam di jalur lambat sementara elf Hino melaju dengan kecepatan 90 km per jam.
Tentu ini menjadi pengingat bagi kendaraan yang melaju di jalan raya agar tidak terlalu lambat dan juga juga tidak terlalu cepat, kecapatan tinggi di jalan tol akan berdampak buruk jika membentur kendaraan di depannya.
Sudah berulang kali kecelakaan berakibat fatal akibat pengemudi kurang konsentrasi, kurang hati-hati dan kurang fokus saat mengemudi di ruas jalan tol, terutama saat menyalip atau berpindah jalur dengan tetap memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi. **


