News

Ancaman Gagal Panen, Ratusan Kolam Ikan di Ciseeng Terancam Akibat Tanggul Jebol

×

Ancaman Gagal Panen, Ratusan Kolam Ikan di Ciseeng Terancam Akibat Tanggul Jebol

Sebarkan artikel ini
tanggul jebol
Jebolnya tanggul sepanjang 6 meter dengan tinggi saluran mencapai 5 meter mulai dilakukan perbaikan dengan menggunakan 60 buah kawat bronjong dan 5 truk batu dari Balai PSDA, serta 20 buah kawat bronjong dan 2 truk batu dari DPUPR (KIS/IST)

KITAINDONESIASATU.COM– Kerusakan tanggul Sungai Induk Sasak di Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, memicu kekhawatiran serius di kalangan petani ikan. Jebolnya tanggul sepanjang 6 meter dengan tinggi saluran mencapai 5 meter itu mengancam ratusan petak kolam ikan milik warga di Desa Babakan dan Desa Ciseeng.

Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) bersama Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) serta masyarakat setempat bergerak cepat melakukan penanganan sejak hari pertama kejadian.

Penanganan dimulai pada Jumat, 4 Juli 2025, pukul 08.30 WIB setelah informasi awal diterima dari Kepala Desa Ciseeng dan Kepala Desa Babakan. Kepala DPUPR Kabupaten Bogor, Suryanto Putra, segera memberikan disposisi kepada tim operasional dan UPT Air Wilayah II Parung untuk meninjau langsung lokasi kejadian.

Selanjutnya, pada pukul 09.00 WIB di hari yang sama, tim gabungan dari DPUPR dan UPT Air Wilayah II bersama Kepala Desa Babakan, Camat Ciseeng, Kapolsek Parung, tim Balai PSDA, serta perwakilan petani ikan melakukan penelusuran ke titik tanggul yang jebol untuk memetakan wilayah terdampak.

Diperkirakan sekitar 100 petani ikan di dua desa tersebut terdampak langsung akibat jebolnya tanggul yang menjadi jalur utama pengairan kolam.

Kepala DPUPR Kabupaten Bogor, Suryanto Putra menjelaskan, tindakan awal yang dilakukan pihaknya yaitu dengan memasang kawat bronjong sebagai langkah darurat yang dilaksanakan secara kolaboratif oleh tim Balai PSDA dan DPUPR Kabupaten Bogor.

“Bantuan material yang telah dikirimkan antara lain 60 buah kawat bronjong dan 5 truk batu dari Balai PSDA, serta 20 buah kawat bronjong dan 2 truk batu dari DPUPR, yang tiba di lokasi pada Sabtu, 5 Juli 2025,” jelas Suryanto, saat dikutip dalam keterangan tertulis, Sabtu 12 Juli 2025.

Namun, tingginya debit air sungai pada saat itu menghambat proses pemasangan kawat bronjong. Sebagai langkah darurat, tim memasang terpal sepanjang 10 meter untuk memperkecil aliran air keluar dari tanggul yang jebol.

“Pada Minggu, 6 Juli 2025, tim kembali ke lokasi, tetapi karena kondisi debit air masih tinggi dan deras, pemasangan bronjong masih belum memungkinkan. Tim hanya dapat melakukan pengangkutan material mendekati titik tanggul yang jebol dengan bantuan warga,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *