KITAINDONESIASATU.COM – Rusia dilaporkan telah menerima rudal balistik dari Iran untuk digunakan dalam perang di Ukraina. Demikian pernyataan Pemerintah Amerika Serikat pada Selasa, 10 September 2024.
AS juga menjatuhkan sanksi baru terhadap kapal dan perusahaan yang terlibat dalam pengiriman senjata dari Iran ke Rusia.
Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, mengatakan bahwa pengiriman rudal balistik ke Rusia ini dianggap sebagai “eskalasi dramatis” dan kemungkinan besar akan digunakan dalam beberapa minggu mendatang di Ukraina.
AS mengidentifikasi sembilan kapal berbendera Rusia yang terlibat dalam pengiriman senjata ini, yang kemudian menjadi target sanksi.
Selain itu, sanksi juga dijatuhkan pada maskapai penerbangan Iran Air dan beberapa entitas yang terkait dengan kerjasama militer antara Iran dan Rusia.
Blinken menambahkan bahwa Iran telah melatih personel Rusia untuk menggunakan sistem rudal Fath-360.
Meskipun Iran sebelumnya telah memasok drone Shahed yang digunakan Rusia di Ukraina, Iran membantah bahwa mereka juga memasok rudal balistik.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menggambarkan laporan ini sebagai propaganda untuk menutupi dukungan militer Barat kepada Israel.
Sementara itu, Kremlin menolak mengonfirmasi laporan tersebut, tetapi menegaskan adanya kerja sama dengan Iran.
Selain itu, AS dan Departemen Keuangan menjatuhkan sanksi pada sejumlah individu dan perusahaan yang terlibat dalam pengiriman senjata ini. Kapal-kapal yang digunakan untuk mengangkut rudal balistik antara Rusia dan Iran di Laut Kaspia juga menjadi target sanksi.
Ukraina menyambut baik sanksi tersebut namun menganggapnya belum cukup.
AS juga menyatakan bahwa Ukraina dapat menggunakan senjata yang dipasok oleh AS untuk membalas serangan dari Rusia.
Blinken berencana mengunjungi Ukraina untuk berdiskusi mengenai kebutuhan militer mereka dan mendukung Kyiv dalam menghadapi agresi Rusia.- ***
Sumber: Reuters

