KITAINDONESIASATU.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus melanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Jabodetabek. Hingga hari ini, BNPB telah menaburkan sebanyak 2.000 kg natrium klorida (NaCl) atau garam ke udara sebagai upaya mitigasi dan percepatan penanganan darurat banjir yang kerap melanda ibu kota dan sekitarnya.
Penaburan garam ini dilakukan melalui empat sorti penerbangan pesawat PK-DPI yang menyasar wilayah pesisir utara Karawang, Subang, dan Indramayu. Setiap sorti penerbangan membawa 800 kg garam, dengan tujuan mematangkan awan dan mempercepat turunnya hujan di area yang tidak padat penduduk, atau bahkan di perairan, sebelum awan tersebut mencapai wilayah Jabodetabek.
Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Rabu 9 Juli 2025 menyatakan bahwa tindakan OMC ini telah menunjukkan hasil positif.
Meskipun prakiraan cuaca untuk DKI Jakarta pada Rabu, 9 Juli 2025, menunjukkan kondisi bebas cuaca ekstrem, potensi angin kencang masih diperkirakan terjadi di wilayah Banten dan Jawa Barat, bahkan berlanjut hingga Kamis, 10 Juli 2025.
Modifikasi cuaca ini merupakan salah satu strategi pemerintah dalam mengurangi risiko bencana hidrometeorologi, khususnya banjir, dengan mengendalikan intensitas curah hujan di wilayah padat penduduk.
Diketahui dalam seminggu terakhir ini wilayah Jakarta, Tangerang dan Bogor dilanda hujan deras dan menyebabkan sejumlah daerah banjir. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bahkan mengaku tidak tidur karena memikirkan banjir yang ada di wilayahnya.


