KITAINDONESIASATU.COM – Di antara berbagai shalat sunah yang dianjurkan Rasulullah SAW, shalat witir menempati posisi istimewa. Kata “witir” sendiri berarti ganjil, karena memang shalat ini memang harus dilakukan dalam jumlah rakaat ganjil.
Meskipun bisa dilakukan hanya satu rakaat, namun yang lebih utama adalah melakukannya tiga rakaat, lalu lebih baik lagi lima, tujuh, sembilan, dan maksimal sebelas rakaat. Lebih dari itu? Tidak diperbolehkan.
Gimana Cara Shalat Witir?
Kalau kamu memilih lebih dari tiga rakaat, kamu bisa melakukannya dua rakaat-dua rakaat, lalu ditutup satu rakaat terakhir sebagai witir. Kalau hanya tiga rakaat, bisa dikerjakan sekaligus seperti shalat Maghrib, meski sebagian ulama lebih menyarankan untuk memisahnya, yaitu dua rakaat dulu, lalu salam, baru satu rakaat lagi.
Kenapa begitu? Karena Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah kalian menjadikan witir seperti Maghrib.” Jadi, biar lebih afdhal, pisahkan rakaat terakhirnya.
Namun demikian, bagi mereka yang merasa khawatir tidak mampu melaksanakan witir di tengah atau akhir malam, hendaklah melaksanakannya setelah salat Isya’, atau setelah shalat tarawih pada bulan Ramadhan dengan bilangan ganjil (3, 5, atau 7).
Dan, jikalau ternyata di tengah malam kemudian mereka melaksanakan shalat malam lagi (tahajjud, hajat dll) maka hendaklah menutupnya dengan shalat witir dalam jumlah genap (2 atau 4) sehingga tetap terjaga keganjilannya.
Begitulah pesan Rasulullah saw. dalam sabdanya “Tidak ada witir dua kali dalam semalam”, karena jikalau shalat witir (ganjil) ditambah witir (ganjil) lagi maka akan menjadi genap.
Adapun niat shalat witir untuk dua rakaat adalah:
أُصَلِّى سُنَّةً مِنَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Teks Latin: Ushallii sunnatam minal witri rak’ataini lillaahhi ta”laa.
Artinya: “Aku niat shalat sunah witir 2 rakaat karena Allah ta’ala”
Dan Niat yang 1 rakaat:
أُصَلِّى سُنَّةً مِنَ الْوِتْرِ رَكْعَةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Teks Latin: Ushallii sunnatal witri rak’atal lillaahhi ta’aalaa.
Artinya: “Aku niat shalat sunah witir satu rakaat karena Allah ta’ala”
Adapun surat yang disunahkan dibaca sebagaimana yang diajarkan Rasulullah saw dalam witir yang tiga rakaat adalah Al-A’la pada rakaat pertama dan Al-Kafiruun pada rakaat kedua. Sedangkan untuk satu rakaat yang terpisah adaah surat al-Ikhlas, al-Falaq dan an-Nas.
Doa setelah Shalat Witir:
Disunahkan membaca doa sesuai hadist sahih riwayat Abu Dawud:
سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسِ ×٣ اَللّٰهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ لَا أُحْصِيْ ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ
Teks Latin: Allahumma inni a’udzu biridhaka min sakhathika wa bi mu’afatika min ‘uqubatika wa a’udzubika minka la uhshi tsana’an ‘alaika anta kama atsnaita ‘ala nafsika. Demikianlah keterangan tentang shalat witir. (*)


